Google “ Pustaka Terbesar " Di Dunia

Catatan Ringan:  Boy Yendra Tamin 


Menurut Wikipedia, Google Inc. (NASDAQ GOOG dan LSE GGEA) merupakan sebuah perusahaan publik Amerika Serikat, berperan dalam  pencarian dan iklan online. Perusahaan ini berbasis di Mountain View, California, dan memiliki karyawan berjumlah 19.604 orang (30 Juni 2008)) Filosofi Google meliputi slogan seperti "Don't be evil", dan "Kerja harusnya menantang dan tantangan itu harusnya menyenangkan", menggambarkan budaya perusahaan yang santai.

Pustaka terbesar di dunia
Google Pustaka Dunia
Google didirikan oleh Lary Page  dan Sergey Brin  ketika mereka masih mahasiswa di Universitas Stanford  dan perusahaan ini merupakan perusahaan sahan pribadi pada 4 September 1998. Penawaran umum perdananya dimulai pada tanggal 19 Agustus 2004, mengumpulkan dana $1,67 miliar, menjadikannya bernilai $23 miliar. Melalui berbagai jenis pengembangan produk baru, pengambil alihan dan mitra, perusahaan ini telah memperluas bisnis pencarian dan iklan awalnya hingga ke area lainnya, termasuk email  berbasis web, pemetaan online, produktivitas perusahaan, dan bertukar video. Tetapi kita tidaklah membicarakan perusahaan Google Inc, tetapi membicarakan Google sebagai sebuah Search Engines dari sejumlah Search Engines besar dan ternama yang ada. 

Membicarakan Search Engines Google tentu tidak terlepas dari perkembangan dunia teknologi dan informasi telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi kemajuan kehidupan manusia, termasuk kedalamnya dunia internet. Menurut Wikipedia, secara harfiah, Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking

Kita tidak akan membicarakan soal teknis terhadap apa yang dinamakan dengan internet itu, tetapi internet sebagai perangkat hasil kemajuan teknologi informasi telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi kehidupan dan kemajuan umat manusia. Dan semua kita tentu sudah tahu manfaat luar biasa dari internet terlepas dari adanya dampak negative. Tetapi apa pun produk yang dihasilkan manusia selalu disertai aspek negative positif dan semua itu tergantung dan terpulang pada sipemakai. 

Dalam konteksnya dengan manusia dan aktivitas kehidupannya yang beraktiivtas di “dunia maya”, mungkin istilah itu lebih memudahkan kita yang awam mengenai dunia internet, maka ada sekian banyak  Search Engines (ada sekitar 300-an), antaranya seperti Yahoo, Live Search, Ask, bing, Google dan lainnya. Pada kesempatan ini kita hanya akan mencoba mehami Search Engines Google yang sangat popular dikalangan netter/bloger dan publik umumnya. Makus memahami ini bukan soal teknis, tapi potensinya disetiap kita memenuhi kebutuhan informasi sesuatu.

Terlepas dari nama besar yang disandang Google saat ini, sebagai awam dunia internet, saya mencoba memahami Search Engines Google mungkin berbeda antara netter/blogger (mudah-mudahan istilah ini tidak salah). Artinya, bagi orang awam seperti saya, memahami Search Engines Google bukanlah untuk mengejar pupuleritas/pagerank, trafick, atau pun guna memburu dolar. Search Engines Google bagi publik tampaknya sudah menjadi tempat sumber data, informasi dan referensi. Dan bahkan bisa jadi sebagai tempat menemukan sesuatu yang ingin mereka ketahui yang belum tentu diketahui orang-orang disekitar mereka.  Seorang guru saya pernah memberikan istilah terhadap Google sebagai “pustaka terbesar” didunia. Pandangan guru saya itu itu tidaklah berlebihan, karena memang untuk menambah pengetahuan atau mendapatkan suatu informasi, bahkan referensi bagi kalangan akademik, atau birokrat bahkan profesinal sekalipun misalnya, bisa di dapat di Google yang diperpustakaan belum tentu ada. Apalagi dengan produk layanan Google yang terus bertambah dan dikembangkan seperti e-book dan sejenis penyediaan layanan data dan dokumen lainnya, maka  Google menjadi bagian penting dalam kehidupan publik. Hal ini sejalan dengan semakin besarnya jumlah pengguna internet di dunia. 

Ingin tahu akan sesuatu data maupun informasi dari yang ringan sampai yang ilmiah, bisa didapatkan di Google, setidaknya kita mendapat gambaran awal mengenai sesuatu yang ingin kita tahu. Tidak jarang sesuatu yang sulit kita dapatkan informasinya di dunia nyata, tetapi ada di google justeru kita menemukannya dan Google mengarahkan kita pada website atau blog yang menceritakan/membicarakan sesuatu yang ingin kita ketahui. Jadi, rasanya tidak salah kalau guru saya menyebut Google sebagai “pustaka terbesar” didunia. 

Masih menurut Wikipedia,Google dikenal luas karena layanan pencarian webnya, yang mana merupakan sebuah faktor besar dari kesuksesan perusahaan ini. Pada Agustus 2007, Google merupakan mesin pencari  di web yang paling sering digunakan dengan pangsa pasar sebanyak 53,6%, kemudian Yahoo (19,9%) dan Live Search  (12,9%). Google memiliki miliaran halaman web, sehingga pengguna dapat mencari informasi yang mereka inginkan, melalui penggunaan kata kunci dan operator. Google juga telah menggunakan teknologi Pencarian Web pada layanan pencarian lainnya, termasuk, Pencarian Gambar, Google New,  situs perbandingan harga Google Product Search, arsip Usenet interaktif Google Groups, Google Maps dan lainnya. Produk layanan Google itu itu menambah kuat pandangan saya, bahwa  Google dapat dikatakan sebagai “pustaka terbesar” di dunia. 

Mungkin pemahaman saya di atas masih terlalu sederhana atau tidak mendalam, namun tidak bisa dipungkiri Google telah berkontribusi luar biasa bagi memajukan kehidupan manusia. Keberadaan Google tentu berbeda dengan situs jejaring sosial seperti facebook, twiter dan lain-lain, karena Google seperti yang saya sebut tadi, yakni seperti “Pustaka Dunia”. Dan hal ini cukup beralasan, suatu situs atau blog terindek dalam Search Engines Google mengutamakan pertimbangan kualitas dan manfaat suatu artikel atau data yang ditulis. Bahkan banyak juga bloger yang mengeluh, blog mereka tidak terindek pada Search Engines Google.  Selain itu, jika Google dapat dipahami sebagai “Pustakan Dunia” terlihat dipilihnya jalur PageRank oleh Google, dimana suatu Website atau blog untuk mendapatkan Page Rank dari google tidaklah mudah. Suatu situs yang mendapat kunjungan hampir 2000-an sehari, ternyata tidak mendapat PageRank dari Google. Hal ini meyakinkan kita, setidaknya saya, bahwa Google benar-benar ingin menempatkan dirinya sebagai “pustaka dunia”, terlepas dari tujuan bisnis Google. Kita tentu boleh beda pendapat, tetapi setidaknya pemahaman saya seperti itu adanya ketika mencoba menggunakan Search Engines Google. Pandangan dan pemahaman saya ini tentu sudah pasti, sama sekali tidak berarti merendahkan Search Engines yang lain yang notabene juga mempunyai kelebihan-kelebihan dan unggulan-unggulan produknya dan juga berkontribusi bagi publik dunia.  Bagaimana pendapat anda ? (***)