Perkembangan Politik Di Indonesia Tidak Sehat

Jika Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan perkembangan politik di Indonesia benar-benar tidak sehat, maka pertanyaan pentingnya kapankah di Indonesia perkembangan politik sehat ?  Bukankah kehidupan politik di Indonesia hampir tidak pernah stabil sejak dari dulunya. Karena itu tugas penting pemerintah sebenarnya menciptakan kehidupan politik yang stabil dan mengajak partai politik yang terlanjur beorientasi penuh pada pencapaian usaha-usaha meraih dan mempertahankan kekuasaan beralih memperhatikan kepentingan rakyat dengan sungguh-sungguh. Jika orientasi partai politik tidak berubah, maka gonjang-ganjing politik seperti yang kita saksikan saat ini akan terus bergulir.

Lebih jauh soal perkembangan politik di di Indonesia yang tidak sehat dalam padangan Susilo Bambang Yudhoyono itu sebagaimana diberitakan Antaranews.com, 12 Juli 2011, bahwa  Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan perkembangan politik di Indonesia benar-benar tidak sehat dan menyimpang dari praktik politik yang ksatria. 

Penyataan tersebut disampaikan oleh Yudhoyono dalam konferensi pers di kediamannya Puri Cikeas Indah, Bogor, Senin malam, untuk merespon kisruh pemberitaan Partai Demokrat yang terjadi selama dua bulan terakhir. 

Menurut Yudhoyono, saat ini ada pihak tertentu yang menyebarkan intrik dan berita bohong dengan tujuan ingin memecah belah dan menghancurkan Partai Demokrat. 

"Dengan segala kerendahan hati perilaku politik seperti ini sungguh tidak mencerdaskan kehidupan bangsa yang menjadi tujuan pembangunan dan demokrasi yang bermartabat di negeri kita," ujarnya.

Yudhoyono menilai saat ini pemberitaan media massa, bahkan media massa yang memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik, terus mendiskreditkan Partai Demokrat dengan berita hanya bersumber dari pesan pendek maupun pesan black berry. 

"Yang saya tidak pernah paham dengan akal dan logika saya justru berita yang hanya bersumber dari SMS (layanan pesan singkat-Red) dan BBM (pesan melalui black berry - Red)) dijadikan judul besar, tema utama, dengan `headline` yang menyolok," katanya. 

Termasuk dalam upaya memecah-belah Partai Demokrat, lanjut dia, adalah beredarnya pesan pendek yang menyatakan Partai Demokrat akan menggelar kongres luar biasa untuk mengganti Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. 

"Saya pastikan Partai Demokrat tidak merencanakan kongres luar biasa seperti itu. Diadu domba pula seolah ada unsur pimpinan Partai Demokrat yang mengusulkan kepada saya untuk menggelar kongres luar biasa dan kemudian menurunkan ketua umum saudara Anas Urbaningrum. Usulan dan permintaan seperti itu juga tidak ada," tutur Yudhoyono yang mengenakan kemeja tenun ikat berwarna biru. 

Yang ada, lanjut dia, adalah rencana rapat koordinasi nasional Partai Demokrat yang memang sudah diagendakan pada akhir Juli untuk melakukan konsolidasi.

Yudhoyono mengatakan, ia perlu menyampaikan penjelasan dan keterangan atas perkembangan yang terjadi karena dinilainya sudah menyimpang dari akal sehat. 

Untuk itu, ia meminta kepada para kader Partai Demokrat untuk menahan diri dan tidak menambah persoalan serta jangan mau dijadikan obyek adu domba dalam berbagai talk show.

Dalam konferensi pers tersebut Yudhoyono didampingi oleh sejumlah pimpinan teras Partai Demokrat yaitu Ketua Umum Anas Urbaningrum, Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro, Ketua Fraksi Demokrat di DPR Jafar Hafsah, wakil ketua MPR Melani Leimena Suharli, serta seluruh kader Partai Demokrat yang menjabat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. (Sumber: http://id.berita.yahoo.com/yudhoyono-perkembangan-politik-di-indonesia-tidak-sehat-141612077.html)