Diusir dari Acara Diskusi, Dua Mantan Menteri Lanjutkan Diskusi di Kantin Kampus

Ulasan Boy Yendra Tamin

Dinamika kehidupan hukum dan politik di tanah air sepertinya kian menarik untuk dicermati dari hari ke hari. Selalu saja ada peristiwa hukum dan politik yang menarik untuk disimak dan tentu menuntut kearifan kita untuk memahaminya. Seperti pengusiran pembicara pada sebuah acara diskusi tentu menarik untuk disimak terlepas dari apa yang melatar belakangi, apalagi jika sang pembicara adalah mantan pejabat tinggi. Hal ini seperti diberitakan republika.co.id (6/12/2011) yang selengkapnya dikutipka 
Dua mantan menteri, Yusril Ihza Mahendra dan Fuad Bawazier, menjadi korban pembubaran diskusi terbuka “Membongkar Keterlibatan SBY-Boediono dalam Kasus Century” di Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI). Meski diusir, mereka sempat melanjutkan diskusi dengan mahasiswa di kantin kampus.  
Mantan menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pembongkaran Century  harus diteruskan oleh Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK), jaksa, dan polisi. “Dan itu kan sudah merupakan rekomendasi DPR yang harus dilaksanakan,” kata Yusril, Senin (5/12).  
Terkait insiden pembubaran diskusi yang dilakukan Rektor UKI, Maruli Gultom, Yusril menanggapinya dengan biasa saja. Menurutnya, pengusiran yang dilakukan pihak rektorat merupakan dinamika perjuangan. Meski begitu dia menghormati aturan internal yang ada di kampus UKI. “Kami yang diundang tidak mengerti peraturan internal di UKI. Ini dinamika. Kita patuh saja,” kata Yusril.  
Mantan menteri Keuangan, Fuad Bawazier, juga memaklumi pengusiran yang dilakukan Rektor UKI. Ini kan ada gap yang berbeda antara satu generasi dengan satu generasi lain. Ya kita maklumi saja,” kata Fuad.  
Diskusi bertajuk "Solusi dan Komitmen Mengurai Skandal Century Rp 6,7 Triliun, Keterlibatan SBY-Boediono dan Penuntasannya" ini juga dihadiri anggota Pansus Century, Bambang Soesatyo, serta pengusung pansus Century, Muhammad Misbahkun dan Adhie Massardi. Pembubaran diskusi oleh Rektor UKI karena diskusi tersebut dianggap tidak berijin.
Dari pembubaran diskusi dilingkungan kampus itu karena dianggap tidak berijin, hikmah apa yang bisa diambil ? (***)