Pengukuhan Sako Kaum Kampung Dalam Dt Suri Dirajo Kepada Boy Yendra Tamin, SH.MH

Setelah sejak tahun 1963 lalu gelar Datuk (Dt) Suri Dirajo “tasangkuit=tergantung” , akhirnya timbul kesepakatan kaum untuk malewakan gelar tersebut kepada Boy Yendra Tamin SH.MH dosen dan mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang. Dt Suri Dirajo merupakan gelar penghulu dari suku Kampung Dalam Jorong Lawang Kenagarian Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar

Prosesi penganugerahan gelar adat tersebut berlansung sukses dan meriah sesuai adat salingka nagari di Kenegarian Lawang Mandahiling, di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN)  Lawang Mandahiling. Prosesi berlansung dari pukul 09.00 Wib -11.00 WIB, Sabtu 21 januari 2012 dipimpin  Ketua KAN H.R. Dt Cumano, dihadiri seluruh ninik mamak 8 suku dalam kenagarian Lawang Mandahiling.

Sebelum pengukuhan gelar tersebut dilakukan , Ketua KAN H.R Dt Cumano membawa ke dalam rapat ninik mamak untuk minta persetujuan apakah bisa dilakukan pengangkatan gelar penghulu Dt Suri Dirajo yang tasangkuit”  untuk dipakaikan kepada Boy Yendra Tamin . Perundingan dilakukan dalam pasambahan adat pengangkatan penghulu. Ternyata semua ninik mamak dalam Kenagarian Lawang Mandahiling menyetujui pengangkatan gelar tersebut.

Batagak Penghulu

Musyawarah penghulu nagariSetelah adanya persetujuan tersebut dilakukan pemasangan deta kepada Boy Yendra Tamin Dt Suri Dirajo oleh N. Dt Bilang nan Tuo dari suku Parik Cancang dan Pati Ambalau/Sumpah Janji seorang penghulu yang dilakukan oleh Dt H.R Dt Cumano. Sedangkan melawakan gala dilakukan oleh empat kepala suku masing-masing yakni; Iryandra Idris Dt. Pangka Maharajo Diwakilkan kepada F. Dt. Majo Tanameh dari suku Kutianyir, N. Dt Bilang nan Tuo dari suku Parik Cancang, ZA Dt Majo Sindo dari suku Payo Bada dan Y. Dt. Sipado nan Hitam dari Suku Kampung Dalam.

pemasangan bagu penghulu
Kemudian, HR.Dt. Cumano mengeluarkan SK Pengangkatan Boy Yendra Tamin sebagai Penghulu Dt Suri Dirajo bersama perangkat adat, pegawai adat Viveri, SE. MT, Manti Hj Firman, Dubalang Syamsul Anwar, Malin/Siak Armon Restu Budhi, SH. M.Kn dari suku Kampung Dalam, Jorong Lawang Kenegarian Lawang Mandahiling yang dibacakan Wakil Ketua KAN Z. Dt. Malingka Alam.

Usai Prosesi, Boy Yendra Tamin bersama perangkatnya diarak dari Kantor KAN  sampai kerumah kaumnnya di damping  istri  memakai suntiang sesuai adat salingka nagari, Ketua KAN, nini mamak se-kenegarian Lawang Mandahiling, bunda kanduang dan kaum kerabat diiringi  pupuit talempong. Pada saat jelang masuk halaman rumah kaum disambut dengan tari gelombang dan pasambahan.

Ketua KAN Lawang Mandahiling , HR. Dt Cumano mengatakan, dengan dilewakan penghulu suku Kampung Dalam,  berarti secara tidak lansung telah ikut membantu dan menjembatani anak kemenakan dalam hidup bernegari di kampungnya.

“Kita juga berharap amanah yang diberikan kepada Boy Yendra Tamin dengan gelar Dt. Suri Dirajo dapat  mengembalikan tugas dan fungsi ninik mamak sebagai pemangku adat”, harapnya.

Disamping itu, ninik mamak harus jeli dengan perkembangan zaman dan pembangunan, serta mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik. Supaya tugas  itu bisa terlaksana dengan baik, para ninik mamak sebagai pemangku adat harus mampu menjalin persatuan dan kesatuan sesama penghulu. 


Tari gelombang
Dalam pengukuhan Boy Yendra Tamin sebagai Dt Suri Dirajo itu hadir Bupati Tanah Tanah Datar Ir. M. Sadiq Pasadique, SH Walikota Padang Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si, Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar Z. Dt. Rajo Putiah yang juga sekaligus Mewakili LKAAM Sumbar,  Mantan Wakil Gubenur Sumbar Prof Dr. Ir. Fachri Ahmad, MSc, Rektor Universitas Bung Hatta, Dekan Fak Hukum UBUH dan keluarga Besar Universitas Bung Hatta, DPRD Tanah Datar, Sekwan DPRD Kota Padang Sastri Y Bakri, Wali Nagari dan Ketua KAN dari Berbagai Nagari di Kabupaten Tanah Datar, dan khusus  hadir pula seorang Profesor dari Riyad yang ingin mengetahui  penerapan filosofi adat basandi syarak dan syarak basandi kitabullah.

Dalam kesempatan memberikan sambutannya di rumah kaum Boy Yendra Tamin Dt. Suri Dirajo, Bupati Tanah Datar mengungjapkan, kesepakatan kaum memberikan gelar kepada Boy Yendra Tamin sebagai penghulu Dt Suri Dirajo juga sangat tepat. “Apalagi beliau termasuk seorang tokoh berpengalaman dalam bidang hukum di Sumbar. Dengan pengalaman beliau , juga akan ikut membantu dan member akses lebih besar lagi bagi anak kemenakan beliau. Tidak saja dinagari Lawang Mandahiling, tetapi juga di Tanah Datar dan Sumatera Barat, “ jelasnya.

Mangatok siriah
Sementara itu Ketua LKAAM Tanah Datar Zulfahmi Dt Rajo Putiah mengungkapkan,” LKAAM Tanah Datar menyampaikan rasa bangganya dengan telah dilewakannya gelar kepada Boy Yendra Tamin sebagai penghulu dari kaum Kampung Dalam Nagari Lawang Mandahiling dengan gelar Dt Suri Dirajo”, ujar Zulfami Dt Rajo Putiah.



Boy kata Zulfami, seorang ahli hukum dengan keahlian yang beliau miliki tersebut , juga akan mampu bersama-sama mengembalikan tugas dan fungsi ninik mamak sebagai pemangku adat. Disamping itu ninik mamak  harus jelis dengan perkembangan zaman dan pembangunan  serta mampu membawa perubahan” harus mampu menjalin persatuan dan kesatuan sesama penghulu dan ikut memperhatikan kesejahteraan anak kemanakannya”, ingat Zulfahmi.

Pada kesampatan alek Batagak Penhulu Dt Suri Dirajo itu Walikota Padang Fauzi Bahar mengakui bangga dengan dilewakannya Boy Yendra Tamin sebagai penghulu. Boy Yendra Tamin, kata Fauzi Bahar sebagai warga Kota Padang telah dipercayakan anak kemanakannya untuk memangku gelar penghulu Dt. Suri Dirajo. Kebanggaan tersebut tidak saja milik kaunya, tetapi juga kebanggan warga Kota Padang, karena Boy Yendra Tamin adaah seorang ahli hukum dan banyak bantuan-bantuan hukum yang diberikannya selama ini kepada Pemko Padang, “Tentu kita harapkan kepada Boy Yendra Tamin mampu menjalankan amanah yang diberikan anak kemanakannya  tersebut”, ujar Fauzi yang hadir bersama seorang Profesor dari Riyad.

anak daro
DPRD Tanah Datar  Irman Mengharapkan dengan diberikannya kepercayaan kepadanya sebagai pemangku adat oleh kaumnya, juga merupakan tantangan bagi beliau bisa menjalankan amanah. Apalagi selama ini eksistensi Boy Yendra Tamin juga telah banyak berbuat di Sumbar. “ Tentu, kita harapkan dengan diberikannya gelar tersebut, esksitensi beliau lebih besar lagi” harap Irman. (sumber: diolah dari Mustafa Akmal)