Wonderful Pantai Jati Tuapejat di Kepulauan Mentawai

Wonderful Pantai Jati Tuapeijat, Pulau SIpora, Mentawai adalah pantai yang indah dan mempersona dan sekaligus menyimpan potensi berkembang menjadi objek wisata bahari berkelas dunia. Hal ini juga tidak terlepas dari berbagai potensi wisata bahari berkelas yang dimiliki Kabupaten Mentawai dan bahkan beberapa objek wisata baharinya sudah mendunia. Pantai Jati sendiri terletak sekitar 4 km dari Tuapejat dan pada hari-hari libur Pantai Jati ramai dikunjungi. Daya tarik Pantai jati selain airnya cenderung tenang dan tidak ada ombak besar dasar pantainya berpasir dan tentu pasir putih sepanjang pantai adalah sebuah pesona dari objek wisata bahari ini.

Dalam perspektif dan euforia wisata bahari, terutama ekowisata, tentunya jangan mengandal daya tarik,objek atau hal yang sama. Mesti ada core destinasi-nya masing-masing daerah pesisir pantai dan pulau-pulau kecil. Ujung dari harapan ini adalah, bahwa pengembangan objek wisata bahari mesti mengandalkan sesuatu yang unik dan pengembangan potensi khas dari masing-masing objek.

Pemikiran yang matang dalam mempersiapkan pengembangan objek wisata bahari menjadi penting, terutama dengan tertujunya perhatian berbagai daerah mengembangkan dan menggali potensi wisata bahari di daerahnya. Namun dari ribuan potensi objek wisata bahari itu haruslah tumbuh dan berkembang dalam kekuatannya masing-masing, sehingga setiap objek wisata mempunyai daya tarik sendiri dan tidak memperlihatkan kecenderungan yang sama satu dengan lainnya.

Dalam catatan kecil Harfiandri Damanhuri seorang pemerhati wisata, khususnya wisata bahari memandang, bahwa bagi SKPD terkait yang harus disiapkan dalam Konsep Perencanaan Pariwisata Bahari adalah dengan menyusun beberapa pendekatan : 1) Berterusan, 2) Sistem, 3) Menyeluruh, 4) Terpadu, 5) Pembangunan Berkelanjutan 6) Lingkungan, 7) Komunitas, 8) Aksi, dan 9) Sistematis dan Logis dilakasanakan dan 10) Dapat Diiukur Hasilnya. 
Pantai Jati Tuapejat Mentawai
Pantai Jati Tuapejat Kep. Sipora, Mentawai
Salam Konservasi (ditulis: Harfiandri Damanhuri dan Dh-1, dari berbagai sumber, 29.04.2016) 

Artikel Terkait