Resiko Persekongkolan

Catatan Dr. Badrul Mustafa, DEA

Pernahkah anda menonton film atau membaca novel yang menceritakan tentang komplotan penjahat atau mafia? Dalam film atau novel yang menceritakan tentang komplotan mafia, kita melihat bahwa sekali orang masuk atau terjebak ke dalam komplotan para penjahat ini, maka ia akan sulit keluar. Jangan anda pikir sesama mereka memiliki rasa persaudaraan yang tinggi dan tulus ikhlas. Rasa persaudaraan yang ada di antara mereka hanyalah semu.

Kalau pun ada terlihat persaudaraan atau keakraban di antara mereka, yakinlah itu tidak akan langgeng. Sifatnya tidak permanen. Yang pasti ada adalah: Kecurigaan. Kejahatan bersama yang mereka lakukan pastilah menimbulkan rasa bersalah di dalam hati mereka. Mereka hidup penuh ketakutan, sebetulnya. Penuh misteri. Mereka takut tertangkap oleh polisi. Takut terbongkar kejahatan-kejahatan besar yang telah mereka lakukan. Jika kejahatan-kejahatan besar yang mereka lakukan terbongkar, maka dapat dipastikan riwayat (hidup) mereka akan berakhir.
Badrul mustafa
Dr. Badrul Mustafa, DEA
Nah, untuk menjaga agar mereka tidak tertangkap oleh polisi, maka salahsatu hal yang mereka lakukan adalah bagaimana agar masing-masing anggota mafia tidak membocorkan rahasia komplotan/persekongkolan mereka, tidak membocorkan kejahatan-kejahatan yang pernah mereka lakukan. Sering diungkapkan dalam film, seorang anggota mafia membunuh temannya sendiri, yang dicurigai tidak betah lagi berada di dalam komplotan mafia tersebut. Ketika, katakanlah seorang anggota mafia tobat, sadar akan kejahatan yang telah ia lakukan bersama komplotannya, lalu ia ingin keluar dari komplotan tersebut, maka ia akan menghadapi kesulitan. Jiwanya pasti terancam oleh teman-temannya. Ia pasti diincar untuk dilenyapkan agar rahasia kejahatan komplotan mafia ini tidak terbongkar oleh anggotanya yang tobat.

Jadi, mari kita sadarkan karib kerabat kita agar tidak terjebak masuk ke dalam kelompok mafia. Mafia di sini bisa dalam bidang ekonomi, bisa pula dalam bidang politik, dan lain sebagainya. Tidak tertutup kemungkinan terjadi mafia politik antara organisasi politik dengan (oknum) pelaksana pemilihan umum. Kita harus betul-betul berhati-hati. Karena tokoh mafia tidak segan-segan menghabisi temannya yang ingin kembali ke jalan yang lurus. Apalah artinya keuntungan materi yang besar yang didapatkan dari hasil permainan kotor (mafia), tapi kemudian terbunuh oleh komplotannya sendiri, keluarga yang ditinggalkan menderita, dan di akhirat disiksa di neraka jahanam.

Na'uudzubillaahi min dzaalik......