Pesona Genova, Kota Pelabuhan Tua di Italia Utara, Masuk Dalam " The World Heritage List"

Catatan Suryadi dari Italia Utara

Genova (Genoa/Genua), kota Pelabuhan Tua yang sejak berdiri di abad ke-6 SM sampai kini tetap memelihara warisan sejarahnya yang sudah berbilang abad itu. Genova adalah kota pelabuhan penting yang terletak di Provinsi Genova, Liguria, Italia Utara. Penduduknya lebih dari setengah juta jiwa. Tahun 2006, Strada Nuova di kota lama Genova didaftarkan dalam Situs Warisan Dunia dan ditetapkan sebagai salah satu "The World Heritage List" oleh UNESCO.

Di Genova, kami menikmati kota ini beberapa hari. Melakukan eksplorasi sampai ke sudut-sudutnya. Sore hari, di pelabuhannya yang disulap menjadi tempat wisata, suasana terasa sangat menyenangkan. Orang Italia terlihat hidup lebih santai di Genova: banyak orang tua, diselingi oleh para pelancong, duduk-duduk di taman-taman sambil menikmati hembusan angin Laut Tengah yang semilir, yang mampu membuat mata pelan-pelan terkatup.
replika kapal Neptune
Replika kapal Neptune di Pelabuhan Tua Genova (Foto.dok:Suryadi)
Ada banyak tempat dan daya tarik wisata di Genova. Salah satunya adalah replika kapal para pedagang dan penjelajah samudera dari Italia/Genova di abad-abad lampau yang bernama Neptune, di kompleks Porto Antico Genova. Pada replika kapal penjelajah dari Italia itu ada lubang-lubang di dindingnya dengan lebih dari 30 moncong meriam. Pengunjung yang mau masuk replika kapal tua ini dikenakan tiket masuk 5 euro saja.
Porto Antico, Genova
Berjuntai di Pelabuhan Tua, Genova (Foto.dok.Suryadi)
Di Porto Antico (kompleks Pelabuhan Tua) Genova, tak kami lewatkan berjuntai di bibir pelabuhan sambil menikmati kawanan ikan belanak menari-nari di air yang jernih. Pelabuhan Genova dengan latar belakang perumahan (apartemen) penduduk di tebing-tebing gunung karang yang kokoh merupakan pesona tersendiri. Bahkan ada juga tour pelabuhan Genova dengan kapal. Harga tiket 8 euro seorang (anak-anak gratis). Kapal menyusuri teluk Genova selama sekitar 1 jam dan kembali ke pangkalan tempat berangkat. 
Piazza de Ferrari, Genova, Italy
Piazza de Ferrari, Genova, Italia (Foto.dok: Suryadi)
Menjelajah kota pelabuhan Genova banyak hal yang sayang untuk  dilewatkan. Di pelabuhan tua ini,  bandar udara Genova terletak di tepi pantai, sehingga pesawat-pesawat yang lepas landas dan mendarat sangat jelas terlihat. Belum lagi bangunan-bangunan tua dengan arsitek yang khas, misalnya gedung-gedung perkantoran di pusat kota Genova, selain arsitekturnya yang khas dengan konstruksi bangunannya yang kokoh yang umumnya dibuat dari bahan batu cadas yang keras dan kuat.
Palazza San Giorgio di depan pelabuhan Genova
Palazzo San Giorgio di depan Porto Antico/Pelabuhan Tua, Genova (Foto.dok: Suryadi)
Palazzo San Giorgio di depan pelabuhan Genova, salah satu situs sejarah yang dilindungi oleh UNESCO. Mungkin gedung inilah yang disebut-sebut oleh Bagindo Dahlan Abdoellah ketika singgah di pelabuhan Genova dalam perjalanannya dari Rotterdam ke Mekah di tahun 1920.
Plazza della Vittoria
Piazza della Vittoria, Genova, Italia (Foto.dok: Suryadi) 
Pada sisi lain kota Genova, ada Piazza della Vittoria, sebuah monumen di sebuah taman di pusat kota, menjadi kebanggaan mendiang Benito Mussollini bila berkunjung ke Genova. Di di depan pelabuhan tua Genova ada alun-alun. Ketika kami di sana di suaru sore, sedang berlangsung pertunjukan satu group musik dari Meksiko.
Satu ruas jalan utama di Genova
Pemandangan di kompleks pertokoan di pusat kota Genova  (Foto.dok: Suryadi Sunuri)
Rasanya akan panjang catatan untuk menceritakan satu persatu pesona kota pelabuhan Genova, termasuk keberadaan Aquario di Genova, aquarium yang besar dan terkenal di Italia, berada di dekat Porto Antico Genova. Belum lagi tentang sebuah strada (boulevard pantai) di Genova yang pada sore hari ramai dipenuhi orang yang lari-lari untuk mengeluarkan peluh buruk dari badan.
rilex di Porto Antico
Tempat santai sore Porto Antico, Genova (Foto.dok.Suryadi)
Keramahan orang Italia menyapa para pelancong asing membuat kata-kata seperti "Buongiorno", "Buona sera", "Grazie", "Prego" dan "Arrividerci" dengan mudah dapat didengar di mana-mana. Setelah berkeliling kota, yang menyajikan pemandangan indah dengan gedung-gedung perkantoran, pertokoan, dan apartemen yang kokoh dan unik arsitekturnya, serta taman kota yang nyaman, kami kembali ke pelabuhan menikmati sajian makan malam aneka hasil laut, dan juga pizza tentunya, dengan citarasa khas Italia sambil memandang ikan belanak yang menari-nari di air jernih dan mengingat cerita-cerita dalam buku sejarah yang mengisahkan petualangan hebat para pelaut dari Genova mengelilingi dunia. (Suryadi Sunuri - editor dh-1)