Puncak Tubia Tempat Terbaik Menikmati Hamparan Danau Singkarak

Paduan danau, bukit, hutan dan sungai serta perkampungan menghasilkan sebuah pesona alam yang luar biasa. Satu tempat terbaik yang menyuguhkan kombinasi dan perpaduan alam ada di Puncak Tubia. Belum banyak memang orang, khususnya wisatawan mengenal Puncak Tubia yang terletak di Jorong Nagari, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kab. Tanah Datar. 

Tidak sulit menemukan Puncak Tubia. Ketika anda berkunjung ke Nagari Sumpur atau atau kawasan rumah gadang Siti Fatimah, Sumpur, maka disanalah perjalanan ke Puncak Tubia berawal. Di belakang rumah gadang Siti Fatimah ada jalan setapak menuju Bukit Tubia. Mengayun langkah, melintasi kebun dan pepohonan rindang, pikiran terasa tenang. Belum lagi angin semilir yang sejuk bertiup menerpa, nafas yang tersengal sedikit mereda. Di sepertiga perjalanan melewati kebun penduduk, Danau Singkarak menampakkan wajahnya. 

puncak tubia nagari sumpur

Sehabis melewati kebun sawo berbuah lebat, perjalanan menuju Puncak Tubia akan menempuh jalan setapak di punggung bukit yang dikiri kanannya ditumbuhi rumput rendah. Pohon-pohon sawo masih ada dan satu dua ada pohon jambu monyet. Tidak berapa lama bertemu hamparan rumput rendah, dan disana tampak hamparan Danau Singkarak, kampung-kampung Nagari Sumpur dan sekitarnya. Dari Puncak Tubia juga tampak Batang Sumpur yang melintasi Nagari Sumpur dan meliuk di kaki bukit, persawahan dan pepohonan hijau perbukitan.

sudut pandang di puncak tubia
Danau Singkarak dari Puncak Tubia, Sumpur (foto: Hermawan)
700 meter dari permukaan laut, setidaknya itulah ketinggian Puncak Tubia yang mempesona dan sangat cocok untuk wisata tracking apalagi jika dikelola dan dilengkapi sarana dan prasarananya. Daya tarik yang dimiliki Puncak Tubia tidak menutup kemungkinan Puncak Tubia menjadi tujuan wisata favorit dan dikembangkan terpadu dengan pengembangan Sumpur sebagai tujuan wisata budaya dunia. Meskipun demikian, wisatawan yang datang berkunjung ke objek wisata rumah gadang di Jorong Nagari, Sumpur, biasa tidak melewatkan kesempatan menikmati keindahan alam Puncak Tubia. Apalagi jika anda tiba di Puncak Tubia pada pagi hari dan cuaca cerah, maka kita dapat menyaksikan matahari terbit dan kilau air danau singkarak keemasan bermandikan sinar matahari pagi. 

menyusur jalan setapak menuju puncak tubia
Menyusur jalan setapak menuju Puncak Tubia, Sumpur (foto:boy yendra tamin)
Ada rasa penat memang untuk sampai ke Puncak Tubia, tapi semua itu terobati saat berada di Puncak Tubia. Dan satu  hal yang patut dicatat dari Puncak Tubia, ternyata Puncak Tubia menyimpan nilai historis bagi masyarakat Nagari Sumpur. Pemandu yang menyertai perjalanan kami ke Puncak Tubia menceritakan, bahwa pada masa dahulunya ada rumah empat suku di Puncak Tubia, dan dalam perjalananya berkembang seperti adannya Nagari Sumpur sekarang. Walaupun saat ini tidak ada lagi  sisa rumah empat suku di Puncak Tubia, tetapi sekumpulan batang bambu yang tumbuh dan sebuah mata air di Puncak Tubia itu adalah bagian dari rumah empat suku dulunya.
batang sumpur dari puncak tubia
Batang Sumpur dari Puncak Tubia (foto:boy yendra tamin)
Membayangkan masa ratusan tahun lalu, keberadaan rumah empat suku di Puncak Tubia yang di depannya terhampar luas Danau Singkarak dan Batang (sungai) Sumpur mengalir di bawahnya, tentulah suatu lingkungan tempat tinggal yang mengagumkan. Apalagi ketika itu alam masih asri, pemandangan danau dan cahaya matahari pagi jatuh di air danau dan pepohonan hijau, kesan itu masih bisa dirasakan saat berada di Puncak Tubia. 

Rasa ingin berlama-lama di Puncak Tubia yang menyenangkan dikunjungi saat udara cerah, karena hujan jalan setapak akan licin. Jika suatu kali anda ingin berkunjung ke Puncak Tubia, pergilah dengan pemandu yang sudah dimiliki Forum Kampung Minang, Sumpur. (Catatan perjalanan;Boy Yendra Tamin)

Artikel Terkait