Dua Alternatif Pengembangan Pulau Kecil Yang Bentuknya Dataran

Catatan Harfiandri Damanhuri

Kemampuan secara akademik dan pengalaman lapangan Prof Dietriech G Bengen tidak perlu diragukan. Dalam sebuah diskusi Prof Dietriech mengupas dan mengulas tentang potensi dan harmonisasi antara dua kawasan. Antara daratan dan lautan yang bersisian dapat berjalan secara berkelindan.Dalam diskusi singkat Prof Dietriech itu menyatakan, bahwa pengembangan pulau kecil yang sifat dan bentuknya dataran, hanya dua alternatif  yang bisa dikembangkan.

Pertama aspek perikanan dan kelautan dengan segala keterkaitan habitat, eksositem, lingkungan dan potensi ikan segarnya. Kedua pariwisata, dimana pariwisata bahari dapat menarik tamu datang ke satu kawasan dengan tujuan melihat potensi terumbu karang dan ikan karang, dan dapat juga mengkonsumsi langsung ikan yang didapatkan dari kawasan terumbu karang yang hidup layak, tumbuh subur dan sehat.Sehingga potensi perikanan dan kelautan yang ada, bisa dimanfaatkan dan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat dilokasi pengembangan eko mina wisata.


Masyarakat pulau kecil yang jauh dari akses transportasi, listrik, pengatahuan pengolahan tidak perlu kuatir dengan hasil ikan tangkapan mereka yang didapatkan dalam bentuk segar, yang ditangkap secara ramah lingkungan.Karena hasil potensi perikanan kelautan yang luas, besar, kaya dan beragam, punya nilai secara ekonomi dan sosial. Nilai ekonomi dapat meningkat kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan. Sedangkan nilai sosialnya dapat menjaga kebersihan lingkungan, menjaga pencemaran dan limbah organik untuk tidak masuk langsung ke laut misalnya dengan membuat jamban, membuat bak-bak penampung sampah.

Sampah dapat diseleksi, diolah menjadi sumber ekonomi alternatif. Sehingga ekosistem dikawasan pesisir pantai lokasi terumbu karangnya juga ikut terjaga. Itulah daya tarik bagi wisatawan bahari yang datang ke pulau kecil.Ini catatan singkat dari beberapa point penting diskusi kami tadi malam dengan sang pakar Prof Dietriech. Salam konservasi (Narasi dan Foto. Harfiandri Damanhuri, Dosen Universitas Bung Hatta, 03 Agustus 2017)

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like: