Simbiom Karang Untuk Kenikmatan Sang Penyu

Oleh Dr. Harfiandri Damanhuri
Dosen Pascasarjana Univ Bung Hatta, Padang

Kegembiraan generasi muda yang senang akan tantangan, yang senang akan pantai yang berpasir halus dan lembut. Suka akan alunan gelombang laut. Suka kakinya berkecimpung dalam air laut yang asin, berat dan padat.

Berenang kian-kemari, sekali-kali menyelam ke dalam permukaan perairan. Walaupun hidung kadang kala tersedak, karena masuknya air secara bersamaan ke mulut dan kehidung. Atau dengan menutup hidung, beberapa orang diantara mereka akan menyelam sampai dasar perairan berusaha menggemai dan menyentuh karang.

Karang yang hidup itu,l penampilannya sangat indah. Dapat tumbuh dan berkembang. Harus memiliki warna-warni yang terpancar dari aura alga zooanthela yang hidup bersimbiom dengan karang.

Atas bantuan pancaran sinar matahari tropis, simbiom alga karang (coral algae dari unsur tumbuhan) dan polip karang (coral polyp dari unsur hewan mikro planktonik) akan mengasilkan struktur bangunan yang dinamakan bangunan karang.

Karang yang tumbuh secara bersamaan, walaupun dari jenis dan kelompok yang berbeda terhampar luas. Maupun tumbuh dan perkembangnya tersusun bertingkat, sesuai kedalaman. Komunitas kumpulan dari berbagai jenis karang ini dinamakan "ekosistem terumbu karang".

Ada karang yang keras, memiliki tulang penyokong (skaleton). Ia dapat tumbuh secara tegak lurus ke atas atau kesamping dengan berbagai bentuk dan variasi. Ada karang yang lunak alias lembut (non skaleton). Ia lemah gemulai di dalam laut, karena digerakan oleh alunan arus dasar perairan. Karang lunak biasanya dipanggil dengan nama soft coral.

Karang keras dan karang lunak adalah bagian penting dari kehidupan penyu di samudera laut yang luas. Dimana pada kawasan karang yang tumbuh subur, penyu akan bermain di kawasan tersebut, untuk mencari pasangan, untuk mencari makanan (kawasan sumber pakan) atau untuk berhenti sementara waktu dari rutinitasnya.

Penyu, ekosistem terumbu karang dan pantai peneluran di pesisir pulau, memiliki hubungan yang sangat erat dan terkait. Maka dalam penyelamatan penyu, biota yang terancam dan dilindungi ini, harus juga menyelamat rumahnya (pantai peneluran) dan menyelamatkan sumber pakannya (ekosistem terumbu karang).



Dengan hubungan yang harmonis dan seimbang antara penyu, karang dan pantai peneluran yang berpasir halus dapat membantu menyelamatkan penyu dari kepunahan.

Semoga keberadaan penyu, kealamiahan pantai peneluran dan sumber pakan yang tersedia, mencukupi bagi penyu untuk dapat hidup, berkembang dan lestari serta dapat mengisi hari-hari kehidupan secara enjoy dan berkelanjutan di alam samudera yang luas, ganas dan sudah mulai tercemar. Salam konservasi.(hd, 02.12.2017)

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like: