Menikmati Pesona Alam Panorama Tabek Patah Nan Elok

Indonesia sungguh kaya dengan pesona alam yang indah dan tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Alam yang indah itu belum semuanya terekspose sebagaimana adanya di Bali. Selain belum begitu dikenal luas, juga belum terkelola dengan baik atau dikembangkan secara professional sebagai objek wisata . Salah satu panorama alam Indonesia yang indah itu adalah Panorama Tabek Patah yang terletak di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Letak persisnya 16 Km dari Kota Batusangkar.  

Panorama Tabek Patah sebenarnya satu lokasi yang berada di ketinggian di pinggang Gunung Merapi yang dielilingi perbukitan dan hutan pinus. View keindahan alam yang menyajikan persawahan kampung, hutan dan jejeran bukit barisan di kejauhan membuat kita betah duduk berlama-mama seraya diterpa angin pegunungan yang sejuk. Terkadang udara sejuk itu tidak luput diselimuti kabut dan kita akan beruntung menyaksikan lukisan alam yang indah dari Panorama Tabek Patah ketika cuaca bangus dan langit tidak berawan. 


Nama panorama Tabek Patah sekagus menunjukkan nama tempat dimana objek wisata alam ini terletak dan tidak menggabarkan akan keindahan alam panorama Tabek Patah. Dalam hal ini kata Tabek dalam bahasa Indonesia berarti “kolam” dan ada berbagai versi sehubungan dengan kisah nama Tabek Patah. 

Versi pertama di Nagari Tabek Patah terdapat suatu danau mini yang dulunya danau mini ini areanya mencakup antara Nagari Tabek Patah dengan Nagari Lawang Mandahiling, tetapi kemudian konon karena peristiwa alam danau mini yang tadinya satu terpecah dua. Sehingga kemudian satu bagian dari danau mini itu disebut sampai sekarang dengan Aia Tagangang (air tergenang) dan bagian yang lainnya disebut dengan Talago Pakih. 
Panorama Tabek Patah Salimpaung

Panorama Tabek Patah

Versi kedua mengatakan bahwa dulu kala di daerah tersebut hiduplah seorang tua yang hidup sedang susah, karena kakinya yang patah. Meski demikian ia memiliki sebuah kolam atau masyarakat setempat menyebutnya dengan tabek (kolam), yang berada dibelakang rumahnya. Cerita yang beredar tersebut dan membuat masyarakat mengidentikan kisah itu dengan asal-usul terjadinya Tabek Patah. Kebenarannya cerita itu tentu terpulang pada masyarakat. 


Dari cerita masyarakat, di Talago Pakih dan Air Taganang itu terdapat ikan khas Tabek Patah yang mereka namakan ikan Puyu. Ikan Puyu adalah ikan air tawat yang hanya hidup di sekitar Tabek Patah. Di Air Taganang sendiri dulunya setiap hari besar ramai juga dikunjungi, tetapi sekarang kondisi tidak terurus. Bahkan konon kabarnya dari cerita masyarakat sekali setahun air Aia Taganang airnya merah. 


Sebelum sampai di Panorama Tabeh Patah, baik dari arah kota Batusangkar maupun dari arah Bukit Tinggi dan Payakumbuh, sebenarnya akan dijumpai pula pemandangan-pemandangan alam yang indah dan persawahan yang indah seperti di Sungai Tarap aau eloknya Nagari Barulak dan Tanjung Alam yang tampak jelas dari Panorama Tabek Patah. Nagari Tabek Patah yang berpenduduk 3.233 jiwa, memiliki potensi besar di bidang tanaman hortikultura (Oleh: Boy Yendra Tamin)

Artikel Terkait