Istana Basa Pagaruyung Objek Wisata Sejarah dan Budaya

Istana  Basa Pagaruyung  yang  ludes terbakar 27 Februari 2007 yang lalu, kini kembali berdiri megah dan hampir rampung pengerjaan pembangunannya. Meskipun belum sepenuhnya rampung, tetapi  tampak Instana Pagaruyung sudah kelihatan berdiri kokoh dan di sekelilingnya terlihat pula penambahan beberapa fasilitas, seperti  kolam  dan arena perkemahan di belakang bangunan Instana Pagaruyung. Halaman Istana yang luas dengan beberapa bangunan mendampingi Istana menjadi pemandangan yang unik yang menggambarkan kehidupan Istana Pagaruyung masa dulunya, meskipun rerumputan hijau belum tumbuh seperti  sebelum Istana Pagaruyung terbakar.


Istana Pagaruyung
Bangunan Baru Istana Pagaruyung Pasca Terbakar 2007 (Foto:Boy Tamin)
Istana Pagaruyung yang sudah rampung pembangunannya itu sudah bisa dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Bahkan pada hari-hari libur kunjungan wisatawan cukup ramai, walau pun pengunjung sebatas berjalan-jalan dilingkungan Istana Pagaruyung. Selain kemegahan Istana Pagaruyung dengan bangunan khas Minang yang penuh dengan ukiran, beratap ijuk serta beberapa bangunan penunjang lainnya, wisatawan bisa menikmati liburan seraya menikmati alam lingkungan di sekitar Instana Pagaruyung. Bahkan  sudah terlihat beberapa aktivitas liburan dalam lingkungan Istana Pagaruyung seperti aktivitas menunggang kuda, dan juga ada badut-badut menghibur setiap pengnjung. Bermain atau berkemah di bumi perkemahan yang terdapat di belakang Istana dengan semilir  angin Bukit Batu Patah menerpa pohon pinus, boleh jadi memiliki sensasi tersendiri. Atau sekedar berfoto ria dengan latar belakang Istana Pagaruyung juga ada penyewaan pakaian Minang bagi wisatawan yang ingin berpose dalam pakaian adat Minang dan siap diabadikan juru foto yang mangkal disekitar Istana Pagaruyung. Atau kalau mau pakai kamera pribadi juga tidak jadi soal.

Dari sisi Istana Pagarunyung
Satu pandangan dari sisi Istana Pagaruyung (Foto: Boy Yendra Tamin)
Pembangunan Istana Pagaruyung pasca terbakar tahun 2007 lalu itu memperlihatkan beberapa perubahan pada bangunan Istana, dan tata ruangnya dibanding waktu sebelumnya. Perubahan itu tentu tidak terlepas dari pertimbangan teknis arsitektur dan tata lingkungan Istana Pagaruyung  yang terkait dengan sejarah dan budaya Minangkabau. Sementara itu sebelum sampai ke Istana Pagaruyung yang letaknya tidak jauh dari kantor Bupati Kabupaten Tanah, ada beberapa situs peninggalan sejarah seperti Batu Basurek, Ustano Rajo yang biasanya tidak dilewatkan wisatawan setiap kali berkunjung ke Pagaruyung, terutama turis asing.

Berkuda
Berkuda di halaman Istana Pagaruyung (Foto: Boy Yendra Tamin)
Istana Pagaruyung yang dibangun sekarang maupun yang sebelumnya adalah replika dari istana asli peninggalan kerajaan  Pagaruyung yang berdiri sekitar tahun 1347. Replika Istana Pagaruyung yang  dibangun itu adalah didasarkan pada rekonstruksi dari reruntuhan Istana Kerajaan Pagaruyung yang aslinya terletak di Bukit Batu Patah dan juga musnah karena terbakar pada waktu terjadi kerusahan berdarah tahun 1804. Replika  Istana Pagaruyung yang pertama kalii dibangun terbakar tahun 1961. Kemudian dibangun kembali tahun 1974 dan tahun 2007 lalu pun musnah karena terbakar. Pasca terbakar tahun 2007, lalu dibangun kembali dan jelang awal tahun 2013 ini pembangunan Istana Pagaruyung sudah hampir rampung dan sudah bisa dikunjungi wisatawan.

lumbung padi

Istana Pagaruyung terletak sekitar 3 Km dari pusat kota Batusangkar ke arah Utara, dalam kenagarian Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas. Sebelum sampai ke Instana Pagaruyung yang letaknya tidak jauh dari kantor Bupati Kabupaten Tanah, ada beberapa situs peninggalan sejarah yang terletak di pinggir jalan menuju Istana Pagauyung (Ditullis oleh Boy Yendra Tamin).