Apa yang harus Anda lakukan saat menghadapi masalah hukum sebelum menghubungi lawyer? Setiap orang, siapa pun dia, tidak bisa lepas dari masalah, termasuk masalah hukum pada suatu waktu. Bahkan kapan seseorang terkena atau dihadapkan pada masalah hukum seringkali tidak diduga, dan mungkin tidak dipahami sebelumnya bila tindakan dan perbuatannya melanggar atau melawan hukum. Memahami langkah-langkah awal yang tepat sebelum panik atau tergesa-gesa mencari pengacara akan sangat membantu Anda mengelola situasi dengan lebih baik.
Masalah Hukum Bisa Datang dari Mana Saja
Di sisi lain, seseorang bisa menghadapi masalah hukum bukan datang dari dirinya sendiri, tetapi bisa pula datang dari pihak lain. Dikarenakan namanya masalah, secara psikologis hal itu akan memengaruhi sikap dan tindakan seseorang terhadap masalah tersebut. Dan hal itu logis. Meskipun demikian, seharusnya setiap orang tetap mengelola masalah yang dihadapinya, sekalipun dengan langkah dan tahapan yang sederhana.
Sembilan Langkah Menghadapi Masalah Hukum
Ketika kita menghadapi masalah hukum, maka ada beberapa langkah sederhana yang patut diperhatikan, yakni:
- Jangan panik, tetapi berpikirlah dengan tenang.
- Telusuri dengan saksama masalah yang dihadapi.
- Berpikir objektif dan rasional terhadap masalah yang dihadapi.
- Persiapkan segala sesuatu yang terkait dengan masalah.
- Hindari bercerita kepada banyak orang yang tidak berkompeten, apalagi berupa luapan emosional.
- Kumpulkan segala bahan, data, dan lain-lain yang terkait dengan masalah.
- Timbang dengan baik kelemahan dan kekuatan posisi Anda.
- Ambil keputusan dan hadapi masalah dengan sebaik-baiknya.
- Hubungi dan berdiskusilah dengan pengacara bila Anda tidak sanggup atau tidak cukup pengetahuan dan waktu untuk mengurus masalah hukum Anda sendiri.
(Baca juga: Tiga Belas Alasan Orang Melanggar Hukum Tiga Belas Alasan Orang Melanggar Hukum dan Memilih dan Menggunakan Jasa Pengacara / Advokat)Memilih dan Menggunakan Jasa Pengacara / Advokat
Kapan Waktu yang Tepat Menghubungi Pengacara?
Sembilan langkah di atas bukan berarti menunda-nunda bantuan hukum. Sebaliknya, langkah pertama hingga kedelapan justru mempersiapkan Anda agar diskusi dengan pengacara menjadi lebih efektif — data sudah terkumpul, kronologi sudah jelas, dan Anda sudah bisa menyampaikan duduk perkara secara objektif tanpa emosi berlebihan. Semakin cepat masalah hukum ditangani dengan kepala dingin dan data yang lengkap, semakin besar peluang penyelesaiannya berjalan efektif, baik melalui jalur musyawarah maupun jalur hukum formal.
Penutup
Setidaknya, beberapa langkah sederhana di atas bisa menjadi pedoman bagi setiap orang yang dihadapkan pada masalah hukum. Yang terpenting, jangan biarkan kepanikan mengambil alih keputusan Anda — kelola masalah secara bertahap, kumpulkan fakta, dan segera cari pendampingan hukum profesional jika masalah tersebut berada di luar kemampuan Anda untuk menanganinya sendiri. (***)