Skip to main content
Dunia Hukum

follow us

Kesombongan Pemikiran Memenjarakan Pikiran

Oleh: Batinta Oktavianus P. Meliala

Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta 

Manusia adalah makhluk ciptaan yang telah dikaruniai pikiran oleh Sang Pencipta. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi dari pemikiran yaitu proses, cara, perbuatan memikir, sedangkan yang dimaksud dengan pikiran yaitu hasil berpikir (memikirkan), akal, ingatan, akal (dalam arti daya upaya), angan-angan, gagasan, niat, maksud. Pemikiran biasa digunakan untuk menalarkan, mempertimbangkan atau menganalisa sesuatu, termasuk pula bagi sebagian orang digunakan untuk menghasilkan sebuah konsep baru yang belum ada sebelumnya, sehingga proses berpikir ini sangatlah penting bagi setiap orang dimana saja dan pada waktu kapan saja. Meskipun dikatakan penting, namun tetap saja ada orang yang justru kurang memaknai dari arti pentingnya pemikiran ini, ada sebagian orang yang berusaha untuk terus memaksimalkannya, namun ada pula ditemui orang yang sudah merasa puas dan bangga dengan apa yang dimilikinya tersebut dan kemudian menutup diri terhadap kemungkinan adanya perkembangan dari pikirannya, sehingga tidak jarang pikirannya sendiri menjadi seperti terpenjara.

Terpenjaranya pikiran seseorang dapat terjadi oleh karena beberapa sebab, diantaranya yaitu kesombongannya. Kesombongan yang dimaksudkan di sini bukanlah kesombongan dalam perkataan maupun perbuatannya, melainkan lebih kepada kesombongan pemikiran yaitu tidak mau menerima pengetahuan baru karena sudah merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya dan menganggap pengetahuannya yang dimilikinyalah yang paling benar sehingga tidak mau mendengarkan dan menerima adanya koreksi dari yang telah ia ketahui. Hal-hal tersebut dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal jenis dan level pekerjaan tertentu maupun juga usia, misalnya seorang pimpinan yang menganggap pengetahuannya lebih tinggi dari bawahannya dan tidak mau menerima saran atau masukan dari bawahannya atau seorang karyawan yang menganggap dirinya paling tahu sehingga tidak mau menerima masukan dari rekannya atau justru dari pimpinannya atau seorang yang sudah tua yang tidak mau mendengarkan saran atau gagasan dari yang lebih muda atau mereka yang lebih muda yang telah merasa memiliki pengetahuan sehingga tidak mau mendengarkan pengajaran dari yang lebih tua.

Kesombongan pemikiran yang menganggap dirinya paling berpengetahuan atau merasa pengetahuannya sudah cukup tersebut pada akhirnya menjadikan seseorang tidak membuka diri untuk mengimprovisasi, mengembangkan atau mengeksplor pengetahuannya lebih dalam lagi, sehingga menjadikan pengetahuan yang dimilikinya tidak berkembang atau terhambat. Keadaan yang menjadikan terhambat atau tidak berkembangnya pengetahuan tersebut penulis namakan dengan terpenjaranya pikiran, karena pengetahuan yang dihasilkan dari pikiran yang dimilikinya tersebut tidak mengalami perkembangan atau ibarat seekor burung yang dimasukkan dalam sangkar, yang meskipun burung tersebut memiliki potensi untuk terbang tinggi namun tidak dapat terbang tinggi karena berada di dalam sangkar yang pada akhirnya burung tersebut hanya bisa terbang sampai batas atas sangkarnya saja. 

Terpenjaranya pikiran yang pada akhirnya menghambat perkembangan pengetahuan tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak tidak hanya bagi diri sendiri maupun juga bagi lingkungan sekitarnya, yaitu sebagai berikut:

  1. Akan menyulitkan bagi dirinya sendiri, maksudnya yaitu oleh karena terpenjaranya pikiran maka menjadikan tidak berkembangnya pengetahuan tersebut yang kemudian menjadikan pula pengetahuannya tidak dapat menyesuaikan dengan tingkat perubahan yang terjadi pada suatu waktu tertentu, sehingga orang tersebut akan terus terpenjara dalam konsep-konsep atau pengetahuan-pengetahuan lamanya yang mungkin saja sudah ketinggalan zaman atau tidak sesuai lagi dengan perubahan yang telah terjadi, yang pada akhirnya dapat menjadikan dirinya tereliminasi dari kompetisi kehidupan, baik dalam hal pekerjaan maupun pergaulan.
  2. Akan menyulitkan lingkungan sekitarnya, maksudnya yaitu akan menyulitkan orang lain di lingkungan sekitarnya untuk berkomunikasi atau berdiskusi dengannya – mengingat kesombongan pemikiran yang dimiliki oleh orang tersebut – yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketidakpahaman dalam komunikasi dan dapat berakibat pada ketidakharmonisan dalam lingkungan pergaulan.

Pikiran manusia pada dasarnya sangatlah luas dan dalam yang mana luasnya tersebut tidaklah terhingga dan dalamnya tidaklah terselami, oleh karenanya keadaan-keadaan yang demikian yang menjadikan terpenjaranya pikiran tersebut perlu untuk disikapi dengan bijak oleh setiap orang karena waktu terus berlalu dan pada akhirnya waktu tersebut akan menjemput zaman yang semakin maju yang menimbulkan terjadinya perubahan-perubahan di berbagai sisi kehidupan yang mengharuskan adanya perkembangan dari pengetahuan yang dimiliki.

Untuk mengatasi atau bahkan mencegah agar jangan sampai terpenjaranya pikiran yang dapat menghambat pengetahuan, maka hal pertama yang harus senantiasa dilakukan yaitu bersikap terbuka pada pengetahuan. Hal ini bukan berarti menerima dan menggunakan semua pengetahuan yang diperoleh tanpa adanya penyaringan, karena proses penyaringan tersebut juga penting untuk mencegah jangan sampai terjadi kesesatan dari pengetahuan yang diterima. Namun, yang dimaksudkan di sini yaitu bersikap lebih berkompromi terhadap pengetahuan baru yang ada dan menghilangkan kesombongan pemikiran yang dimiliki dalam arti mau mengakui kekurangan dari pengetahuannya dan menerima pengetahuan baru.

Dengan adanya upaya untuk mengakui kekurangan dan mau menerima pengetahuan baru tersebut, diharapkan dapat mencegah atau menghilangkan kesombongan dalam pemikiran yang pada akhirnya dapat membuat pikiran yang dimilikinya menjadi terbuka dan mampu menemukan hal-hal atau pengetahuan-pengetahuan baru yang sesuai dengan perkembangan maupun kebutuhan pada saat tertentu, sama seperti burung yang berada di dalam sangkar tadi yang kemudian dilepaskan dari sangkarnya, maka burung tersebut akan terbang tinggi dan bebas menemukan habitat yang diperlukannya.

Pengetahuan yang berkembang tersebut kemudian akan melengkapi khasanah pengetahuan yang dimiliki yang kemudian menjadikan orang tersebut memiliki berbagai pengetahuan yang diperlukan dan mampu untuk bersaing dalam kompetensi kehidupannya dan pula diterima dengan baik oleh lingkungannya, yang justru dengan banyak, kompleks dan dalamnya pengetahuan yang dimiliki tersebut dapat membuat dirinya mampu untuk membuat konsep-konsep yang jelas dan kemudian dapat pula diterima oleh orang lain sebagai konsep atau pengetahuan baru.

Berdasarkan pada uraian-uraian di atas, tergambar bahwa pikiran sangatlah penting bagi manusia, oleh karenanya perlu ada upaya yang tepat untuk memaksimalkan pikiran yang dimiliki yaitu dengan mau menerima kekurangan pengetahuannya dan mau pula menerima pengetahuan-pengetahuan baru, bukan dengan menumbuhkan kesombongan pemikiran yang dimiliki yang justru dapat menjadikan terpenjaranya pikiran yang kemudian menghambat perkembangan pengetahuan yang dimilikinya. Terhambatnya perkembangan pengetahuan membawa dampak yang tidak baik tidak hanya bagi dirinya sendiri melainkan juga bagi lingkungan sekitarnya, sebaliknya perkembangan dari pengetahuan yang dimiliki dapat menjadikan dirinya menemukan hal-hal atau pengetahuan-pengetahuan baru yang kemudian dapat berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri melainkan juga bagi lingkungan sekitarnya ***

You Might Also Like:

Newest PostNewest Post
-->