Skip to main content
Dunia Hukum

follow us

Padi Beras Payo dan Padi Ladang Kerinci

Salah satu komoditas pangan yang menarik di Kerinci adalah beras padi payo. Selain beras payo yang unik dan khas, juga ada produksi beras padi ladang. Beras payo adalah hasil produksi padi yang ditanam dilahan rawa/payo ataupun lahan basah.

Selain beras payo. Dahulunya juga ada produksi beras padi ladang. Pada umumnya padi ditanam pada lahan datar (ladang) yang tanahnya kering (tegalan). Teksturnya beras yang dihasilkan dari padi ladang ini, nasinya agak keras (prak).

Cara penanaman padi ladang dilahan kering dengan membuat lubang tanam dengan kayu runcing (tugal/tegalan). Masa penennya lebih lama. Lebih kurang 10 bulan. Varitas padi ladang biasa digunakan padi lokal dari jenis padi gogo, varitas terbarunya padi invago.


Sedangkan padi payo, produksi khas dari Tanah Payo (rawa) Kerinci. Pada awal 1960an beras padi payo berasal dari Dusun Belui yang masuk dalam kawasan wilayah Hamparan Rawang atau dataran kawasan rawa yang luas . Ditengahnya mengalir air Sungai Batang Marao, sebagai pintu keluar masuk air sungai dan tampungan air hamparan rawang yang begitu luas, ketika curah hujan tinggi.

Yang lebih mempopulerkan komoditas padi payo ini adalah beras payo, produksi dari kawasan persawahan pagi ujung payo Lolo Kecil.

Upaya memperkenalkan beras payo terus diupayakan. Beras payo juga dibranding oleh beras payo dari Dusun Lempur (Payo Ulu Nago). Kawasan penanaman padi payo kawasan rawa ini, ditanam mulai dari Dusun Lempur sampai ke Dusun Jawa, Muaro Lolo, Kecamatan Gunung Raya. Yang di kenal dengan Sungai Kecil "Aiek Ula Nago".

Beras payo ini rasanya begitu enak setelah dimasak matang. Nasinya begitu lembut, tidak pulen dan berderai. Sehingga kepopuleran beras pagi payo ini melahiran industri kreatif di Kota Sungai Penuh dengan kahadiran RM.Beras Payo, di Jalan Depati Parbo. RM Beras Payo juga dilengkapi dengan ikonik "Ikan Semah" (ikan dewa/TOR). Ikan ini termasuk salah satu ikan yang semua komponen pada tubuhnya mulai kulit (sisik) dan dagingnya begitu lembut untuk dapat dinikmati, kecuali tulang (Koto Lebu, hd/UBH, 08 Juni 2019, 12.24).

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar