Membuat Pagar Laut Sebagai Daya Pikat Ikan

Catatan Dr. Ir. Harfiandri Damanhuri, MSc.

Membangun Pagar Laut sebagai Daya Pikat Ikan. Hari itu Jumat (23 Nov 2018) merupakan hari yang penuh berkah bagi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, khususnya Jurusan PSP Universitas Bung Hatta yang tahun 2018 ini yang selain mendapatkan akreditasi A, juga dikunjungi oleh Prof (APU) Dr. Wijo Priono, M.Sc.

Pak Wijo begitu kami akrab memanggilnya. Pak Wijo cerita banyak tentang stok assesment ikan, dinamika populasi ikan, akustik perikanan dan FAD (Fish Aggregating Davice) atau di Sumbar di kenal dengan Rumpon atau Rabo.

Hasil penelitian Prof. Wijo pada WPP 7/8 Laut Arafuru ditemukan ada pagar-pagar ikan yang dibuat oleh negara tetangga. Sehingga ikan lebih banyak bermain dan menetap di kawasan negara tetangga dari pada di Laut Timur Indonesia. Hal ini juga dibuktikan oleh menurunya jumlah alat tangkap pole and line yang dioperasikan oleh masyarakat lokal.

Gerombolan ikan ini tertahan, karena adanya Rumpon Cangih yang di pasang negara tetangga, yang jadi daya pikat dan menjadi pagar bagi ruaya ikan dilaut lepas.

Pak Wijo datang dalam rangka koordinasi, silaturahmi, karena akan dilaksanakan FGD di Sumbar dengan mengajak dan melibatkan dosen PSP UBH, khusus dosen dalam Mata Kuliah Alat Tangkap Ikan, Instrumentasi Penangkapan Ikan, Daerah Penangkapan Ikan, Kapal Perikanan dan Rumpon Canggih sebagai salah satu daya tarik untuk mengumpulkan ikan dengan menggunakan cahaya lampu (fototaksis positif).


Rumpon canggih tersebut sudah diuji coba di Tarusan, Pessel. Bahannya lebih ramah lingkungan, efisen. Dimana Rumpon Lampu Bawah Air di tempatkan didalam air saat dioperasikannya Alat Tangkap Bagan. Lampu bagan yang selama ini dipermukaan, kedepan akan hilang.

Jika masyarakat Nelayan Bagan Sumbar mau beralih ke teknologi baru.

Kegiatan FGD bulan depan nantinya melibat dinas, masyarakat lokal, PT UBH (FPIK PSP), Pusris KP-KKP, dimana Prof. Wijo beraktifitas sebagai salah seorang Ahli Peneliti Utama (Prof. Riset).

Kehadiran Pak Wijo di terima oleh Dekan FPIK UBH, Ir. Mas Eriza, MP, Kajur PSP, Ir. Bukhari, MS, para dosen ; Dr. Eni Kamal, Dr. Usman, Dr. Arlius dan salah satu tim Prof. Wijo adalah Ir. Ismuil, beliau Alumni FPIK, UBH (87).

Diskusi singkat sebelum Jumat itu, ditutup dengan Jum'atan bersama. Prof Wijo dan 4 teman beliau mau sholat di Mesjid Raya Sumbar, sementara kami tetap shalat dimesjid kampus Univ Bung hatta tercinta.

Diujung diskusi penutup Prof. Wijo janji akan memberikan Kuliah Umum di Pasca Sarjana Univ Bung hatta, sesuai permintaan Dr. Zaitul dan Harfiandri Damanhuri (costmate di UPM Serdang dulunya). Semoga terwujud, salam konservasi (hd/UBH/23 Nov 2018).